Raut wajah siswa peserta English Camp berbeda-beda. Ada raut wajah tegang, sumringah, senyum, dan grogi. Jika sepekan lalu mereka datang ke Kampung Inggris Pare dengan kerutan di dahi saat menghadapi grammar, Senin malam (22/12) mereka justru berebut naik ke panggung.
Gelaran Farewell Party di Mr. One English Course bukan sekadar acara perpisahan. Kegiatan ini merupakan panggung pembuktian bagi para siswa yang selama satu pekan penuh telah ditempa dengan materi grammar dan conversation.
“Yang Susah Jadi Mudah”
Keajaiban transformasi ini dirasakan langsung oleh Khanza Naira. Siswa kelas 7B ini mengakui bahwa pengalaman di Pare telah mengubah cara pandangnya terhadap Bahasa Inggris.
“Cara mengajarnya membuat yang awalnya saya anggap susah menjadi sangat mudah. Pembelajaran di sekolah jadi terasa semakin mantap setelah mendapat pengalaman baru di sini,” ungkapnya dengan mata berbinar.
Keberhasilan ini tak lepas dari peran para tutor yang sabar. Faoozi Hartonio Cahyo, siswa kelas 8, menceritakan rahasia mengapa teman-temannya begitu cepat akrab dengan bahasa asing.
“Tutor di sini sangat sabar. Meski kami kurang paham, mereka terus menunjukkan caranya. Itu yang bikin kami tidak canggung lagi untuk bertanya,” kenang Faoozi.
Kolaborasi Seni di Atas Panggung

Malam perpisahan itu dipandu dengan apik oleh duo MC, Vieri Ibra Permana dan Athira Tsaqif. Kedua siswa kelas 7A itu berhasil menghidupkan suasana hingga satu per satu talenta bermunculan.
Penonton dibuat terpukau oleh petikan gitar Ammara Prameswari yang mengiringi suara merdu Ananda Amirah, Atiqah Zahra, dan Hamidah Abdullah. Tidak hanya musik, siswa juga disuguhkan dengan energi panggung yang memuncak saat Naufal, Andra, Salman, Nizar, dan Faoozi unjuk kebolehan melalui penampilan dance.
Pesan dari Sang Tuan Rumah
Rizwan, owner Mr. One English Course, tak mampu menyembunyikan rasa bangganya. Sebagai sosok yang sudah sekian kali membersamai siswa Spempat, ia melihat ada sesuatu yang spesial tahun ini.
“Selamat kepada teman-teman hebat. Saya bangga melihat usaha terbaik yang kalian tampilkan malam ini. Terima kasih kepada SMP Muhammadiyah 4 Surabaya yang terus mempercayai kami untuk meningkatkan skill bahasa siswa di waktu liburan,” pungkas Rizwan dalam sambutan hangatnya.
Malam itu, rindu rumah seakan hampir terobati. Momen kebersamaan bersama teman dan tutor selama sepekan sulit dilupakan. Mereka tidak hanya pulang membawa koper berisi pakaian yang telah terpakai, tetapi juga membawa kepercayaan diri. Bahasa Inggris bukan lagi momok, melainkan cara baru mereka untuk bercerita pada dunia.