Naik Kelas! Ekskul KIR Ubah Tahu Tempe Jadi Sajian Mewah Bungkus Pandan

Siapa sangka bahan pangan sederhana seperti tahu dan tempe bisa naik kelas menjadi sajian berkelas dengan sentuhan kreativitas? Kelompok siswa yang tergabung dalam Karya Ilmiah Remaja (KIR) baru saja membuktikan bahwa inovasi tidak harus mahal. Pada Jumat (16/1/2026), mereka sukses menggelar praktik pengolahan pangan lokal bertajuk “Tahu Tempe Bungkus Pandan” yang memadukan teknik tradisional dengan presentasi modern.

​Kegiatan ini bukan sekadar memasak biasa, melainkan implementasi pembelajaran berbasis praktik untuk mengasah soft skills siswa. Fokus utama program ini adalah menumbuhkan kreativitas, keterampilan teknis, hingga jiwa kewirausahaan sejak dini. Dengan memanfaatkan bahan yang mudah ditemukan di pasar tradisional, para siswa ditantang untuk menciptakan nilai tambah (value added) pada produk pangan harian.

Proses Kreatif dan Sentuhan Aroma Khas

​Proses pengolahan dimulai dengan seleksi bahan baku berkualitas tinggi. Para siswa belajar mengombinasikan bumbu rempah pilihan yang meresap ke dalam tekstur tahu dan tempe. Keunikan utama menu ini terletak pada teknik membungkus menggunakan daun pandan. Penggunaan pandan tidak hanya berfungsi sebagai kemasan alami yang estetis, tetapi juga memberikan aroma harum yang menggugah selera saat proses pematangan.

​Naura Izzati, salah satu anggota KIR, mengaku mendapatkan perspektif baru mengenai potensi pangan lokal.

“Kami belajar bahwa teori ilmiah bisa diterapkan dalam masakan. Mengolah tahu tempe menjadi menu bungkus pandan membuat kami sadar bahwa makanan tradisional bisa tampil elegan dan punya daya jual tinggi,” ungkapnya penuh antusias.

Membangun Jiwa Edu-Preneurship

​Guru pembina KIR, Amalia Hanifah, menegaskan bahwa praktik ini bertujuan melatih kemampuan berpikir ilmiah sekaligus keterampilan hidup (life skills). Menurutnya, inovasi dari bahan sederhana adalah kunci menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

​“Melalui KIR, kami ingin murid tidak hanya menjadi konsumen, tapi pencipta. Harapannya, mereka mampu mengembangkan ide kreatif yang bermanfaat bagi masyarakat dan mampu melihat peluang bisnis dari potensi lingkungan sekitar,” ujar Amalia.

​Dengan keberhasilan praktik ini, kegiatan KIR diharapkan terus menjadi wadah inkubasi bagi ide-ide segar. Transformasi tahu dan tempe ini menjadi bukti nyata bahwa di tangan generasi muda yang kreatif, potensi pangan lokal Indonesia memiliki masa depan yang cerah dan kompetitif.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *