Tempe Rebus vs Makanan Instan, Cerita Siswa Spempat Belajar Cinta Menu Sehat

Menanamkan gaya hidup sehat sejak dini menjadi prioritas utama bagi SMP Muhammadiyah 4 Surabaya. Memperingati Hari Gizi Nasional, sekolah yang berlokasi di kawasan Gadung ini menggelar rangkaian kegiatan bertajuk “Aksi Gizi Sehat” yang melibatkan Dinas Kesehatan Kota Surabaya dan Puskesmas Jagir, Senin (26/1) pagi.

​Kegiatan dimulai dengan energi tinggi melalui senam bersama di halaman sekolah, disusul dengan sarapan sehat massal, dan diakhiri dengan penyuluhan mendalam mengenai pentingnya pemenuhan nutrisi bagi remaja.

​Kolaborasi untuk Generasi Hebat

​Kepala SMP Muhammadiyah 4 Surabaya, Laili Rahmi, memberikan apresiasi tinggi atas kolaborasi strategis antara pihak sekolah dengan otoritas kesehatan kota.

​”Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kerja sama dan dukungan dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya serta Puskesmas Jagir. Edukasi langsung dari para ahli sangat penting agar siswa paham bahwa kesehatan adalah investasi masa depan,” ujar Laili.

​Ia juga memberikan pesan edukatif bagi para siswa agar lebih bijak dalam memilih menu harian. “Jangan sampai kalian tiap hari mengonsumsi makanan instan saja tanpa sayur dan buah,” tegasnya saat memantau bekal para siswa.

​Edukasi Zat Besi: Fokus Utama Remaja Putri

​Narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Kak Dimas, memaparkan materi yang sangat krusial, terutama bagi remaja putri yang setiap bulan mengalami siklus menstruasi. Menurutnya, mineral seperti zat besi memegang peranan vital dalam pembentukan sel darah merah untuk mencegah anemia.

​Dalam kesempatan ini, para siswi diberikan Tablet Tambah Darah (TTD) yang wajib dikonsumsi minimal satu kali sepekan. Kak Dimas pun merinci protokol konsumsi yang tepat agar zat besi terserap sempurna ke dalam tubuh:

  • ​Wajib Air Putih: Hindari minum TTD dengan teh, kopi, atau susu karena kandungan kafein, tanin, dan kalsium dapat menghambat penyerapan zat besi.
  • ​Booster Vitamin C: Sangat disarankan meminum tablet bersama buah jeruk atau sumber Vitamin C lainnya untuk membantu mempercepat penyerapan.
  • ​Pola Makan Seimbang: Menggunakan garam dapur (NaCl) secukupnya untuk memenuhi kebutuhan mineral tubuh namun tetap dalam batas wajar.

​Kesadaran Siswa: Sehat Itu Perlu Pembiasaan

​Kesadaran akan gizi mulai tumbuh di kalangan siswa. Hamidah Abdullah, siswi kelas 7A, menjadi salah satu contoh yang membawa bekal sehat penuh warna. Di dalam kotak makannya, terdapat komposisi tempe rebus, telur rebus, tomat, serta buah pir.

​“Memang sehat makanan ini. Tapi harus terbiasa agar kita menikmatinya,” ungkap Hamidah. Pengakuan jujur ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar dalam pola hidup sehat adalah konsistensi dan adaptasi lidah dari makanan instan menuju makanan alami.

​Memahami Filosofi Gizi Seimbang

​Sebagai penutup edukasi, Kak Dimas menekankan bahwa gizi tidak hanya soal kenyang, melainkan keseimbangan. Ia mengutip pedoman nasional mengenai Gizi Seimbang:

“Gizi seimbang adalah susunan pangan sehari-hari yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan kebutuhan tubuh, dengan memperhatikan prinsip keanekaragaman pangan, aktivitas fisik, perilaku hidup bersih, dan memantau berat badan secara teratur.”

​Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMPM 4 Surabaya berharap para siswa tidak hanya unggul dalam prestasi akademik, tetapi juga memiliki ketahanan fisik yang kuat melalui pola makan sehat dan teratur demi menyongsong Indonesia Emas.

You May Also Like

About the Author: admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *